Butuh bantuan bahasa yg sulit klik dibawah

Rabu, 28 Mei 2014

Lembut, manis dan yummy. Ya, itulah pertama kali komentar yang di ucapkan putri saya ketika mencicipi Kue Brownies Coklat. Selain tampilan nya yang memang menggoda, Resep Brownies Coklat Panggang memang sudah terkenal akan kelembutan tekstur roti nya dan tentu saja kuat nya aroma dan rasa coklat kukus yang ada di dalam nya. Ada banyak sekali variasi resep yang satu ini yang juga sudah terkenal akan kelezatan nya, seperti Resep Brownies Coklat Keju panggang, Kue Brownies Coklat kukus atau Brownies Coklat Pandan.
Untuk kali ini, saya akan memberikan salah satu resep favorite keluarga kami, yaitu Resep Kue Brownies Coklat yang lembut dan cara membuatnya. Mungkin sebagian besar teman teman agak malas membuat Brownies dikarenakan mengira bahwa cara membuat nya sulit dan bahan bahan resep nya susah di dapat. Ternyata tidak semua nya benar dan cara membuat nya pun cukup mudah, bahkan buat seorang pemula atau yang baru belajar masak. Yang paling penting alat alat memasak nya, seperti mixer atau kocokan, panggangan dan bahan bahan pembuat Kue Coklat nya sudah tersedia.
Bahan utama yang harus dipersiapkan adalah tepung terigu dan beberapa gram coklat bubuk dan potongan coklat untuk hiasan. Selain itu, anda juga bisa mengkreasikan dengan parutan keju untuk memberikan rasa gurih atau potongan buah Strawberi segar di atas kue nya. Kalau kepingin hasil yang beda, beberapa potongan Kacang Mete, Cheri atau buah lain nya untuk memberikan kesan segar dan menarik di hasil jadi nya. Untuk cetakannya, anda bisa menggunakan loyang berbentuk segi empat, bundar ataupun yang agak nyentrik loyang berbentuk oval atau love. Oke, sekarang kita langsung aja menuju bahan bahan Resep Brownies dan cara mudah mebuat nya di bawah.
Resep Brownies Coklat Panggang
Resep Brownies Coklat Panggang

Bahan bahan Resep Brownies Coklat Panggang

  1. Bahan utama nya adalah 200 ratus gram Tepung Terigu. Gunakan tepung untuk membuat roti, jangan tepung yang digunakan untuk gorengan karena hasil nya nanti kurang maksimal.
  2. 3 butir sampai 5 butir Telur Ayam. Tergantung dengan besar kecil nya bahan telur yang digunakan.
  3. 120 gram Margarin. Gunakan margarin kuning dan lelehkan atau panaskan margarin supaya mudah untuk mencampurnya.
  4. 250 gram gula pasir putih. Kalau bisa gula pasir yang premium, karena gula pasir yang berwarna gak kuning gelap biasanya meninggalkan aroma Tebu yang cukup menggangu.
  5. 1/4 sendok kecil atau sendok teh baking powder buat pengembang dan 1/4 sendok teh garam dapur.
  6. Bahan tambahan sesuai selera seperti 175 gram Coklat Masak atau coklat putih, Almond, 100 gram Keju Parut, 10 butir Strawbery di potong atau yang lain nya.

Cara mudah membuat Brownies Coklat

  1. Siapkan 2 tempat buat mencampur bahan bahan di atas.
  2. Ambil satu wadah, masukkan Margarin uanh sudah di lelehkan, 1/4 sendok teh garam dan 175 gram coklat masak ke dalam nya. Aduk sebentar kemudian panaskan lagi sambil di aduk sampai semua bahan tercampur dengan sempurna. Setelah coklat sudah mencair, angkat dan dinginkan di suhu ruangan. Jangan dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
  3. Ambil wadah yang lain, masukkan 3 butir telur ukuran besar atau 5 butir telur ayam ukurang kecil. Kocok saampai telur tersebut mengembang.
  4. Masukkan 250 gram gula pasir ke dalam wadah telur di atas. Kemudian masukkan 200 gram Tepung terigu nya. Aduk kembali ketiga bahan di atas sampai benar benar tercampur dengan sempurna (tidak perlu di kocok, cukup di aduk memakai spatula).
  5. Setelah semua tercampur dengan sempurna, anda juga bisa memasukkan bahan tambahan lain, seperti beberapa potong strawbery yang sudah di potong kecil kecil dan Almond yang akan di pakai untuk variasi di dalam Kue brownies Coklat Panggang nya nanti. Masukkan ke dalam cetakan Brownies yang sudah disiapkan.
  6. Panaskan oven dengan api sedang cenderung kecil. Jangan terlalu besar api nya supaya hasil tingkat kematangannya merata sampai ke dalam lapisan tengah kue.
  7. Setelah suhu di dalam oven mencapai sekitar 160 derajat sampai 175 derajat, masukkan cetakan Kue di atas. Tunggu hinga kurang lebih 43 sampai 47 menit sampai matang. jangan lupa cek tingat kematangan Bornies nya dengan tusuk gigi.
Oke, sekarang Kue Brownies Coklat yang sudah matang. Tungu sampai dingin kemudia bisa di hiasi bagian atas nya dengan kreasi yang anda inginkan. Anda bisa mencairkan 100 gram coklat dan kemudian di lumuri di atas nya. Potong beberapa buah Strawbery untuk memberikan kreasi segar dan manis. Atau parut 75 gram Keju dan taburkan di atas lelehan coklat tadi. Bagaimana menurut teman teman? Ternyata gak sesulit yang kita bayangkan cara membuat Resep Brownies Coklat Panggang nya. Silahkan share salah satu variasi resep coklat ini ke teman atau saudara melalui Facebook atau Twitter anda. Untuk variasi Kue atau Camilan yang lain, silahkan menuju ke Resep Kue Putri Salju Keju Spesial atau Resep Cara Membuat Pancake Durian kami.
Pasti anda sudah pernah mendengar atau mungkin heran kenapa anak anak suka sekali dengan makanan satu ini yang terbuat dari tepung aci atau tepung kanji yang di goreng. Pasti anda sudah pernah mendengar atau bahkan membeli Cireng Isi yang empuk dan renyah atau mungkin pernah membeli dari penjual online yang sudah cukup terkenal, seperti Cireng Keraton, Cireng NCC atau yang lain nya. Tetapi kalau anda penasaran dengan cara membuat nya atau bahkan berencana untuk menjual nya, kami punya Resep Cireng Empuk dan Renyah dan cara membuat nya di bawah.
Ya, dengan harga yang sangat terjangkau kantong dan banyak nya penjual jajanan asli Sunda (Bandung) ini, jajanana aci di goreng ini memang gampang dibeli dan disukai oleh banyak kalangan. Mulai dari anak kecil, ABG bahkan orang dewasa pun banyak yang antri untuk membeli nya. Dengan rasa yang gurih, empuk dan renyah, Cireng Bandung memang membuat orang ketagihan. Seperti Cimol (Aci di gemol atau di comol) jajanan satu ini memakai bahan dasar Tepung Kanci atau tepung Tapioka sebagai bahan utamanya. Ada beberapa macan jenis aci di goreng yang tersedia, mulai dari tanpa isi, dengan isi Oncom atau dengan sambal kacang. Kali ini, kami akan memberikan cara mudah dan cepat membuat resep cireng tanpa isi yang renyah, gurih dan empuk.
Resep Cireng Renyah
Resep Cireng Renyah, Crispy dan Empuk

Bahan bahan membuat Resep Cireng Renyah

  1. Bahan pembuat utama dari resep satu ini adalah 250 gram Tepung Tapioka atau juga dikenal dengan nama Tepung kanji atau Tepung Aci. Pilih yang bersih dan bebas bau apek.
  2. Satu sendok besar atau sendok makan Tepung Terigu dari merek favorite anda.
  3. Seperempat bubuk merica atau bida ditambah atau dikurangin sendiri sesuai selera
  4. Dua lembar daun seledri dan daun bawang. Pilih yang segar dan warnanya yang menarik.
  5. 200 mililiter (ml) Santan. Bisa juga menggunakan Santan instan yang banyak di jual di toko.
  6. Empat siung bawah putih ukuran sedang. Lebih baik memakai bawang putih lokal supay aroma nya lebih keluar.
  7. 1/4 sendok teh atau sesuai selera garam dan penyedap rasa. Apabila anda penderita darah tinggi, sebaik nya penggunaan garam dan penyedap rasa bisa dikurangi.
  8. Minyak secukup nya untuk menggoreng adonan yang sudah jadi.

Cara membuat Cireng yang mudah

  1. Pertama – tama, siapkan satu wadah yang bersih untuk mencampur satu sendok Terigu dan 250 gram tepung aci nya. Campur menggunakan spatula sampai benar benar tercampur dengan sempurna.
  2. Siapkan penggorengan dan kasih minyak sedikit buat mennumis bawah putih yang sudah di haluskan. Aduk pelan pelan sampai keluar aroma harum khas bawang putih.
  3. kemudian masukkan 200ml santan yang sudah disiapkan di atas ke dalam penggorengan tadi. Aduk pelan pelan tanpa henti sampa mendidih supaya santan tidak pecah.
  4. setelah mendidih, matikan dan masukkan santan nya ke dalam wadah tempat pencampuran tepung di lnagkah pertama.
  5. Tuangkan sedikit demi sedikit sambil di campur atau di aduk (di uleni). Untuk hasil yang rata, sebaik nya proses ini menggunakan tangan sampai campuran tepung dan santan terasa kalis. Jadi tunggu sampai santan tidak terlalu panas sehingga bisa di aduk dengan tangan.
  6. Bentuk adonan tepung dan santan tadi sesuai selera. Disarankan bentuk nya tidak terlalu tebal sehingga dapat matang dengan sempurna dan tekstur nya empuk dan renyah.
  7. Langkah terakhir masukkan ke penggorengan dengan api kecil. Penggunaan api kecil ini bertujuan supaya adonan tadi dapat tergoreng dengan semurna, empuk, renyah dan tidak gosong.
Sebenarnya, cireng Bandung di atas bisa langsung dimakan dalam keadaan hangat. Tetapi kadang ada juga variasi yang menggunakan bumbu kacang sebagai teman buat makan. Kalau anda tidak mau repot, jajanan aci yang di goreng ini bisa juga di cocolkan ke saus sambal yang banyak tersedia di pasaran. Atau kalau anda suka saus mayonise, ini juga bisa dijadikan teman buat makan jajanan ini. Ternyata mudah kan cara membuat Resep Cireng yang empuk, renyah dan gurih di atas. Kalau anda mencari variasi jajajan yang lain, jangan lupa juga mencoba Resep dan cara membuat Pie Susu kami. Silahkan di share di facebook, twitter atau akun google anda. Siapa tahu ada keluarga atau teman teman yang berencana membuat Cireng sendiri di rumah.
Kami hadir lagi di sini untuk anda semua yang sedang belajar memasak dari resep masakan yang akan kami berikan lagi untuk anda. sebuah resep mudah dan praktis telah kami siapkan di bawah ini untuk anda. bagi anda yang hobi dan senang memasak pastinya anda tidak akan lewatkan info atau resep baru yang kami berikan di sini bukan. untuk anda yang memiliki usaha kuliner pastinya anda akan menyajikan makanan yang berbeda dan memiliki menu makanan yang cukup banyak bukan.
Udang Goreng Petai adalah menu yang akan kami berikan untuk anda di sini, Udang Goreng Petai memang cukup banyak di senangi orang yang suka makanan seafood. nah untuk anda yang memang cinta dengan makanan seafood pastinya anda tidak akan lewatkan resep yang kami berikan di sini bukan, untuk menambah ilmu anda dalam mengolah makanan yang enak dan lezat pastinya.
Udang Goreng Petai
Udang Goreng Petai

Bahan-bahan Udang Goreng Petai

untuk bahan-bahan Udang Goreng Petai yang paling utama dari makanan ini adalah di mana kita harus menyiapkan udan dan juga petai untuk bahan yang harus di olah serta di lengkapi dnegan bumbu-bumbu tambahan lainnya. nah untuk lebih lengkapnya dapat anda simak bumbu lengkapnya.
BAHAN:
  • 1/2 kg udang
  • 100 gr cabe merah
  • 10 bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 10 papan petai
  • 2 buah tomat
  • garam, gula pasir secukupnya
CARA BUAT UDANG GORENG PETAI:
Langkah awal udang dibersihkan lalu dibuang kepalanya dan digoreng sampai matang. kemudian kita kupas Petai serta kulitnya dan digoreng sebentar lalu kita haluskan semua bumbu bumbu serta Goreng hingga harum dan masukkan petai dan udang lalu aduk hingga bercampur rata kemudian angkat. nah udang goreng petai siap untuk di sajikan.
Mudah bukan mengolah makan ini, sekarang anda sudah bisa mengolahnya sendiri di rumah anda dan menyajikan pada keluarga tercinta anda serta si buah hati anda. pastikan anda selalu mengolah makanan dengan baik dan enak untuk di sajikan di meja makan anda. nantikan resep baru dari kami selanjutnya untuk anda semua di sini. serta baca juga resep lain yang bisa anda olah juga di rumah anda pada Resep Kentang Tortill dan Resep Rendang Limpa Hati

Selasa, 27 Mei 2014

Penggunaan istilah 'teknologi' (bahasa Inggris: technology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni terapan.[1] Istilah ini seringkali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan pada tahun 1861).[2] Istilah technology mulai menonjol pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian technology berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsep Jerman, Technik, menjadi technology. Dalam bahasa Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie yang saat itu justru nihil dalam bahasa Inggris, karena kedua-dua istilah itu biasa diterjemahkan sebagai technology. Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya merujuk pada 'pengkajian' seni-seni industri, tetapi juga pada seni-seni industri itu sendiri.[3] Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them ("teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu").[4] Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial. Tetapi ada juga definisi yang sama menonjolnya, yakni definisi teknologi sebagai sains terapan, khususnya di kalangan para ilmuwan dan insinyur, meskipun sebagian besar ilmuwan sosial yang mempelajari teknologi menolak definisi ini.[5] Yang lebih baru, para kaum terpelajar telah meminjam dari para filsuf Eropa, technique, untuk memperluas makna technology ke berbagai macam bentuk nalar instrumental, seperti dalam karya Foucault tentang techniques de soi, yang diterjemahkan sebagai technologies of the self atau teknologi diri.
Kamus-kamus dan para sarjana telah memberikan berbagai macam definisi. Kamus Merriam-Webster memberikan definisi "technology" sebagai the practical application of knowledge especially in a particular area (terapan praktis pengetahuan, khususnya dalam ruang lingkup tertentu) dan a capability given by the practical application of knowledge (kemampuan yang diberikan oleh terapan praktis pengetahuan).[6] Ursula Franklin, dalam karyanya dari tahun 1989, kuliah "Real World of Technology", memberikan definisi lain konsep ini; yakni practice, the way we do things around here (praktis, cara kita memperbuat ini semua di sekitaran sini).[7] Istilah ini seringkali digunakan untuk mengimplikasikan suatu lapangan teknologi tertentu, atau untuk merujuk teknologi tinggi atau sekadar elektronik konsumen, bukannya teknologi secara keseluruhan.[8] Bernard Stiegler, dalam Technics and Time, 1, mendefinisikan technology dalam dua cara: sebagai the pursuit of life by means other than life (pencarian kehidupan, dalam artian lebih dari sekadar hidup), dan sebagai organized inorganic matter (zat-zat anorganik yang tersusun rapi).[9]
Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.[10]
Kata "teknologi" juga digunakan untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah keadaan pengetahuan manusia saat ini tentang bagaimana cara untuk memadukan sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan; ia meliputi metode teknis, keterampilan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah. Ketika dipadukan dengan istilah lain, seperti "teknologi medis" atau "teknologi luar angkasa", ia merujuk pada keadaan pengetahuan dan perangkat disiplin pengetahuan masing-masing. "Teknologi state-of-the-art" (teknologi termutakhir, sekaligus tercanggih) merujuk pada teknologi tinggi yang tersedia bagi kemanusiaan di ranah manapun.
Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan.[11] Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer.[12] Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.

Ilmu, rekayasa, dan teknologi

Perbedaan antara ilmu, rekayasa, dan teknologi tidaklah selalu jelas. Ilmu adalah penyelidikan bernalar atau pengkajian fenomena, ditujukan untuk menemukan prinsip-prinsip yang melekat di antara unsur-unsur dunia fenomenal dengan membekerjakan teknik-teknik formal seperti metode ilmiah.[13] Teknologi tidak mesti hasil ilmu semata-mata, oleh karena teknologi harus memenuhi persyaratan seperti utilitas, kebergunaan, dan keselamatan.
Rekayasa adalah proses berorientasi tujuan dari perancangan dan pembuatan peralatan dan sistem untuk mengeksploitasi fenomena alam dalam konteks praktis bagi manusia, seringkali (tetapi tidak selalu) menggunakan hasil-hasil dan teknik-teknik dari ilmu. Pengembangan teknologi dapat dilukiskan pada banyak ranah pengetahuan, termasuk pengetahuan ilmiah, rekayasa, matematika, linguistika, dan sejarah, guna mencapai suatu hasil yang praktis.
Teknologi seringkali merupakan konsekuensi dari ilmu dan rekayasa — meskipun teknologi sebagai kegiatan manusia seringkali justru mendahului kedua-dua ranah tersebut. Misalnya, ilmu dapat mengkaji aliran elektron di dalam penghantar listrik, dengan menggunakan peralatan dan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Pengetahuan yang baru ditemukan ini kemudian dapat digunakan oleh para insinyur dan teknisi untuk menciptakan peralatan dan mesin-mesin baru, seperti semikonduktor, komputer, dan bentuk-bentuk teknologi tingkat lanjut lainnya. Dalam cara pandang seperti ini, para ilmuwan dan rekayasawan kedua-duanya dapat dipandang sebagai "teknolog"; ketiga-tiga ranah ini seringkali dapat dipandang sebagai satu untuk tujuan penelitian dan referensi.[14]
Hubungan pasti antara ilmu dan teknologi secara khusus telah diperdebatkan oleh para ilmuwan, sejarawan, dan pembuat kebijakan pada penghujung abad ke-20, sebagiannya karena debat dapat mengabarkan pembiayaan ilmu dasar dan ilmu terapan. Dalam kebangkitan setelah Perang Dunia II, misalnya, di Amerika Serikat terdapat anggapan yang meluas bahwa teknologi hanyalah "ilmu terapan" dan untuk mendanai ilmu dasar adalah dengan cara menuai hasil-hasil teknologi pada waktunya. Artikulasi filsafat ini dapat ditemukan secara eksplisit di dalam risalah yang ditulis Vannevar Bush mengenai kebijakan ilmu pascaperang, Science—The Endless Frontier: "Produk-baru, industri baru, dan lebih banyak lapangan kerja memerlukan tambahan pengetahuan sinambung akan hukum-hukum alam... Pengetahuan baru yang esensial ini dapat diperoleh hanya melalui penelitian ilmiah dasar." Tetapi, pada akhir dasawarsa 1960-an, pandangan ini muncul dilatarbelakangi oleh serangan langsung, memimpin ke arah berbagai inisiatif untuk mendanai ilmu untuk tujuan tertentu (inisiatif-inisiatif ini ditolak oleh komunitas ilmiah). Isu tersebut masih diperdebatkan—meskipun sebagian besar analis menolak model bahwa teknologi hanyalah hasil dari penelitian ilmiah.[15][16]

Sejarah

Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif.[17] Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.[17]
Secara etimologis, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni.[17] Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).[17]

Kemajuan

Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari hingga yang sederhana, hingga yang menghebohkan dunia.
Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu zaman romawi kuno. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. Salah satunya adalah seperti yang ada di Indonesia, yaitu fenomena mobil esemka yang diciptakan beberapa sekolah di Solo. Telah membuat inovasi mobil Nasional untuk Indonesia. Selain itu juga, ada di Sidoarjo yang memproduksi kapal laut untuk kebutuhan melaut.
Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.[18]
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :[18]
  • Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
    Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
  • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
    Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
  • Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress)
    Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa adanya campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.[19]
Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia zaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia. Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi.
Di lain pihak suatu kebijaksanaan 'pintu yang lama sekali terbuka' terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit dan rumit.[19]
Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan dan merata di setiap sektor kehidupan manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupun laptop. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.

Referensi

  1. ^ For ex., George Crabb, Universal Technological Dictionary, or Familiar Explanation of the Terms Used in All Arts and Sciences, Containing Definitions Drawn From the Original Writers, (London: Baldwin, Cradock and Joy, 1823), s.v. "technology."
  2. ^ Julius Adams Stratton and Loretta H. Mannix, Mind and Hand: The Birth of MIT (Cambridge: MIT Press, 2005), 190-92. ISBN 0-262-19524-0.
  3. ^ Eric Schatzberg, "Technik Comes to America: Changing Meanings of Technology Before 1930," Technology and Culture 47 (July 2006): 486-512.
  4. ^ Read Bain, "Technology and State Government," American Sociological Review 2 (December 1937): 860.
  5. ^ Donald A. MacKenzie and Judy Wajcman, "Introductory Essay" in The Social Shaping of Technology, 2nd ed. (Buckingham, England : Open University Press, 1999) ISBN 0-335-19913-5.
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama mwdict
  7. ^ Franklin, Ursula. "Real World of Technology". House of Anansi Press. Diakses 2007-02-13.
  8. ^ "Technology news". BBC News. Diakses 2006-02-17.
  9. ^ Stiegler, Bernard (1998). Technics and Time, 1: The Fault of Epimetheus. Stanford University Press. hlm. 17, 82. ISBN 0-8047-3041-3 Check |isbn= value (help). Stiegler lebih terkemudian menyatakan bahwa biotechnology (bioteknologi) tidak lagi dapat didefinisikan sebagai "organized inorganic matter", given that it is, rather, "the reorganization of the organic" ('zat-zat anorganik yang tersusun rapi', melainkan 'penyusunan kembali zat-zat organik'). Stiegler, Bernard (2008). L'avenir du passé: Modernité de l'archéologie. La Découverte. hlm. 23. ISBN 2-7071-5495-4.
  10. ^ "Industry, Technology and the Global Marketplace: International Patenting Trends in Two New Technology Areas". Science and Engineering Indicators 2002. National Science Foundation. Diakses 2007-05-07.
  11. ^ Borgmann, Albert (2006). "Technology as a Cultural Force: For Alena and Griffin" (fee required). The Canadian Journal of Sociology 31 (3): 351–360. doi:10.1353/cjs.2006.0050. Diakses 2007-02-16.
  12. ^ Macek, Jakub. "Defining Cyberculture". Diakses 2007-05-25.
  13. ^ "Science". Dictionary.com. Diakses 2007-02-17.
  14. ^ "Intute: Science, Engineering and Technology". Intute. Diakses 2007-02-17.
  15. ^ Wise, George (1985). "Science and Technology". Osiris (2nd Series) 1: 229–246.
  16. ^ Guston, David H. (2000). Between politics and science: Assuring the integrity and productivity of research. New York: Cambridge University Press. ISBN 0-521-65318-5.
  17. ^ a b c d Imam Sukardi, "Pilar Islam Bagi Pluralisme Modern", Tiga Serangkai, 2003, 9796684055, 9789796684052.
  18. ^ a b "Pembangunan Ekonomi, Edisi 9, Jilid 1", Erlangga, 9790158149, 9789790158146.
  19. ^ a b Isei, "Pemikiran Dan Permasalahan Ekonomi Di Indonesia Dalam Setengah Abad Terakhir 4", Kanisius, 2005, 979211212X, 9789792112122.

Pranala luar